Langsung ke konten utama

TANAH KAMI


TANAH KAMI
Syafrizal Sahrun

lalu kami datang menggenggam dendam
berbondong-bondong bak hujan yang lupa kemana pulang
tangan-tangan yang perkasa sudah saatnya mengangkasa
sebab tak ada lagi tempat mengadu yang nyata
selain berontak demi hidup layak

di atas tanah yang kaya ada aniaya
sudah sekian lama
lalu kami mau jadi apa
sementara harta ini kami yang punya
di tanah tercinta, kami disiksa
dijajah dan di kebiri hidupnya

kami muak menjadi sapi
kami muak terus menyepi
kini sepi menjadi api
dan akan kami bakar sosok lelaki kekar yang kau bayar


Percut, 27 Oktober 2011

(Terbit di Rubrik Art & Cultur Harian Medan Bisnis, Minggu, 23 September 2012)
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/09/23/116709/syafrizal_sahrun/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra

 (Terbit di rubrik Belia Harian Medan Bisnis, 2 Desember 2012) Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra Oleh: Syafrizal Sahrun Judul                : Pengantar Teori Sastra Penulis              : Dwi Susanto S.S, M.Hum Penerbit            : CAPS Tahun               : Cetakan pertama, 2012 Tebal                : vii + 272 halaman ISBN                : 978-602-9324-03-7 Secara normatif, studi sastra dibagi dalam beberapa bidang, yakni teori sastra, kritik sastra, sejarah sastra, sastra bandingan, dan kajian budaya. Teori sastra mempelajari kaidah-kaidah, paradigma-paradigma, dan...

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur Oleh: Syafrizal Sahrun (akhirnya diterbitkan di Haluan Kepri, 9 Desember 2012) Tepatnya tanggal 13 November 2012  telah dilaksanakan kegiatan peluncuran buku dengan judul “Adat Pekawinan Masyarakat Pesisir Sumatera Timur” karya Prof. Dr. H. O.K. Moehad Sjah. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu rangkaian acara Gelar Buku, Budaya dan Teknologi Tahun Anggaran 2012 yang mengangkat tema ‘Dengan membaca kita wujudkan hidup sejahtera’. Sebagai masyarakat yang sadar betapa pentingnya buku dan budaya baca patutlah acara ini kita beri sambutan baik. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pula pemikiran manusia. Hal itu mau tidak mau akan mengikis keyakinan akan pentingnya beradat istiadat. Melanggar pantang, yang sekarang ini generasi muda tak dapat memaknai secara rasional mengenai kenapa suatu perbuatan itu ditida...

Tentang Pantai Itu Suatu Ketika

Sajak-sajak Syafrizal Sahrun   (diterbitkan di harian Analisa, 28 November 2012) http://www.analisadaily.com/e-paper/2012-11-28/files/assets/seo/page10.html SEPERTI OMBAK Syafrizal Sahrun seperti ombak ia hempaskan aku ke badan karang tapi jangan tanyakan luka aku berdiri menantang duka ke laut jiwaku menghanyut segala cemas bak bumbu segala sedap koyaklah jiwaku maka lahir pula aku dari jiwamu November 2012 ISYARAT PANTAI /1/ Syafrizal Sahrun dari tangkahan ini aku bermula dengan sampan sederhana kutuju pula adinda di seberang sana kukayuh kukayuh segala tepi semakin sepi nipah jeruju menjadi saksi jauh sudah kulepas tangkahan jauh pula adinda kugapai-gapai kukayuh kukayuh jua kugenggam dikau serupa nyawa   November 2012 ISYARAT PANTAI /2/ Syafrizal Sahrun di langit bulan mengintip antara awan bergaun selayar di air aku bercermin bersua jua pada cahayanya dari s...