Langsung ke konten utama

PENDAYUNG


PENDAYUNG
Syafrizal Sahrun

satu perahu sebentar lagi kita
panji-panji akan dikibarkan
dentamdentum kebingaran akan menyemak pada telinga yang hampir papa
lantas jangan perlihatkan kerut didahi, kerut di hati
percayalah sebagai pendayung, aku akan mengajakmu melintasi samudera dan menyinggahi pulau-pulau asing.
sebagai pendayung, aku akan merawat hidupmu atas nama keikhlasan sebuah hati


Percut, 30 Januari 2012

(Terbit di rubrik Budaya Harian Mimbar Umum, Sabtu, 6 Oktober 2012)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku: Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra

 (Terbit di rubrik Belia Harian Medan Bisnis, 2 Desember 2012) Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra Oleh: Syafrizal Sahrun Judul                : Pengantar Teori Sastra Penulis              : Dwi Susanto S.S, M.Hum Penerbit            : CAPS Tahun               : Cetakan pertama, 2012 Tebal                : vii + 272 halaman ISBN                : 978-602-9324-03-7 Secara normatif, studi sastra dibagi dalam beberapa bidang, yakni teori sastra, kritik sastra, sejarah sastra, sastra bandingan, dan kajian budaya. Teori sastra mempelajari kaidah-kaidah, paradigma-paradigma, dan...

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur Oleh: Syafrizal Sahrun (akhirnya diterbitkan di Haluan Kepri, 9 Desember 2012) Tepatnya tanggal 13 November 2012  telah dilaksanakan kegiatan peluncuran buku dengan judul “Adat Pekawinan Masyarakat Pesisir Sumatera Timur” karya Prof. Dr. H. O.K. Moehad Sjah. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu rangkaian acara Gelar Buku, Budaya dan Teknologi Tahun Anggaran 2012 yang mengangkat tema ‘Dengan membaca kita wujudkan hidup sejahtera’. Sebagai masyarakat yang sadar betapa pentingnya buku dan budaya baca patutlah acara ini kita beri sambutan baik. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pula pemikiran manusia. Hal itu mau tidak mau akan mengikis keyakinan akan pentingnya beradat istiadat. Melanggar pantang, yang sekarang ini generasi muda tak dapat memaknai secara rasional mengenai kenapa suatu perbuatan itu ditida...

PERADABAN

Tak ada kata hilang rupa Lenyap bersama waktu tergilas Dibalik zaman yang tak lagi purba Akankah kekal budaya Sementara manusia kembali hina Terjerembab pada panorama fana                        KOMISI, 2011 Syafrizal Sahrun (puisi ini telah di terbitkan pada Harian Analisa pada hari rabu / 9 November 2011) http://www.analisadaily.com/news/read/2011/11/09/20937/mencari_kabar/