Langsung ke konten utama

Puisi Syafrizal Sahrun Di Majalah Sastra HORISON Edisi Desember 2012


Puisi Syafrizal Sahrun


YANG


Yang terpendam diredam-redam
Yang redam jadi gelombang

Yang terkoyak diserak-serak
Yang serak bersorak-sorak

Yang terkuncup tertutup-tutup
Yang tampak menjadi dampak

Yang dimau tak jua tahu
Yang dipuja jadi penghamba

Yang dimalu tak tahu malu
Yang tahu pura tak tahu

Yang tinggi lupa kendali
Yang rendah lupa diri

Yang hidup lupa menghirup
Yang mati tak jadi arti

Yang jalan tak tahu tuju
Yang diam akan terbenam

Yang datang malah menantang
Yang pulang terluntang-luntang

Yang membayang putus di layang
Yang diharap jadi tengkurap

Yang apa yang ada
Yang tiada di ada-ada

Yang hamba seolah raja
Yang dipuja merajalela

Dan yang aku
Dan yang kau
Menghentak ditiap retak

2012




KATA

tak ada yang lebih keras dari batu katamu
kepalamu kataku
tak ada yang lebih sunyi dari kampung tua tanpa penghuni katamu
katakatamu kataku
tak ada yang lebih tajam dari ujung belati katamu
matamu kataku
tak ada yang lebih lembut dari sutera katamu
hatimu kataku
tak ada yang lebih manis dari gula katamu
senyummu kataku
aku bukan siapa-siapa katamu
biarlah aku memilihmu dan memilikimu kataku

2012




PESAN RANTING UNTUK DAUN YANG GUGUR

Maka akan aku lepaskan kau
Biar tubuhmu bebas berlayar
Aku titipkan bekal
Biar rindumu tak undang sesal

Bukan berarti aku tak sayang
Sebab nafasmu adalah nyawa
Bukan berarti aku tak cinta
Sebab adamu aku sempurna

Simpan saja keluh dan ragu
Simpan juga dendang cemburu
Di sini akan aku tunggu
Ruhku berpekap erat pada ruhmu

Percut, 12 Juli 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur

Catatan Untuk Buku Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Timur Oleh: Syafrizal Sahrun (akhirnya diterbitkan di Haluan Kepri, 9 Desember 2012) Tepatnya tanggal 13 November 2012  telah dilaksanakan kegiatan peluncuran buku dengan judul “Adat Pekawinan Masyarakat Pesisir Sumatera Timur” karya Prof. Dr. H. O.K. Moehad Sjah. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu rangkaian acara Gelar Buku, Budaya dan Teknologi Tahun Anggaran 2012 yang mengangkat tema ‘Dengan membaca kita wujudkan hidup sejahtera’. Sebagai masyarakat yang sadar betapa pentingnya buku dan budaya baca patutlah acara ini kita beri sambutan baik. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pula pemikiran manusia. Hal itu mau tidak mau akan mengikis keyakinan akan pentingnya beradat istiadat. Melanggar pantang, yang sekarang ini generasi muda tak dapat memaknai secara rasional mengenai kenapa suatu perbuatan itu ditida...

Resensi Buku: Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra

 (Terbit di rubrik Belia Harian Medan Bisnis, 2 Desember 2012) Langkah Awal Pemahaman Teori Sastra Oleh: Syafrizal Sahrun Judul                : Pengantar Teori Sastra Penulis              : Dwi Susanto S.S, M.Hum Penerbit            : CAPS Tahun               : Cetakan pertama, 2012 Tebal                : vii + 272 halaman ISBN                : 978-602-9324-03-7 Secara normatif, studi sastra dibagi dalam beberapa bidang, yakni teori sastra, kritik sastra, sejarah sastra, sastra bandingan, dan kajian budaya. Teori sastra mempelajari kaidah-kaidah, paradigma-paradigma, dan...

Haluan Kepri, Minggu, 2 Desember 2012

Sajak-sajak Syafrizal Sahrun TEMALI DAN KAU/1 sebagai temali apa lagi yang dapat kulakukan untuk membantumu berapa kali bahkan tak kukira lagi berapa peluh sudah ;aku sampai lupa cara mengira pagi ini, ketika mentari masih telungkup kau berjalan menyibak kabut menimang rindu   juga cemburu padahal mulai kemarin batukmu telah jadi jandu pada malam sendu TEMALI DAN KAU/2 entah mengapa di tengah jalan ketika batukmu kambuh aku hanya mampu tersengkum tak mampu menengok aku telah terburai di dalam masa aku tak bisa untuk sekedar membantumu menyulam tuju tepat waktu tapi walau begitu taklah dapat kupungkiri bahwa aku tak mampu berbagi sampai tubuhku tak bisa lagi dikata temali KETIKA PURNAMA kekasih bulan sudah purnama ketika gelas lepas dari gengaman daundaun menggamit sejuta kelam dalam ingatan rantingranting patah pada sekali hembusan kekasih pada dudukku semilir angin menghembuskan ke...